Skip to Content

Transformasi Digital yang 

Mudah Luntur

Transformasi digital di banyak perusahaan masih menghadapi persoalan mendasar: ketiadaan komitmen yang konsisten dari pimpinan dan karyawan. Inisiatif digital kerap berjalan karena dorongan individu tertentu, bukan karena kesadaran dan kesepakatan organisasi. Akibatnya, ketika terjadi pergantian pimpinan, arah transformasi langsung berubah, melemah, bahkan berhenti sama sekali.

Lebih memprihatinkan, sebagian pimpinan dan karyawan belum memandang transformasi digital sebagai kebutuhan strategis, melainkan sekadar proyek tambahan atau formalitas. Sistem telah dibangun, namun tidak digunakan secara disiplin; kebijakan telah ditetapkan, tetapi tidak ditegakkan; dan budaya kerja lama tetap dipertahankan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi digital belum menjadi komitmen institusional, melainkan masih bergantung pada figur pimpinan tertentu. Selama kepemimpinan tidak memberikan teladan yang konsisten dan karyawan tidak dilibatkan secara sadar dalam proses perubahan, transformasi digital akan terus bersifat sementara, rapuh, dan mudah runtuh setiap kali terjadi pergantian pimpinan.